Sabtu, 15 April 2017

Foto Dini Wisaksono. 

KEKUATAN TANGAN DAN TUBUH BAGIAN ATAS

diambil dari fb Dini Wisaksono

Untuk menilai kekuatan tangan dan tubuh bagian atas pada anak, kita harus melihat pada sebuah gambaran besar! Biasanya kelemahan yg muncul pada motorik halus anak memiliki implikasi global dan kita dpt menilai sumbernya dengan lebih detail. Saat menangani anak dengan masalah pada motorik halus, penting sekali jika kita mengevaluasi kontrol postural, kekuatan otot tubuh dan stabilitasnya, kesejajaran bagian tubuh atas, kekuatan bahu, kestabilan bahu dan kemampuan motorik halus.

Ada banyak hal yg perlu dinilai untuk mengevaluasi sumber kelemahan atau hambatan pd motorik halus,
berikut ini adalah beberapa hal yg perlu diperhatikan:

-menilai postur dan reaksi postural anak.
-menilai kekuatan tubuh bagian atas saat menopang, kesejajaran pundak, siku dan tangan, apakah anak mampu menekukkan siku secara maksimal dan apakah mereka mampu memindahkan beban tubuh ke kiri dan ke kanan.
-menilai kemampuan motorik halus saat berdiri vs duduk
-menilai kemampuan motorik halusbsaat duduk pd posisi optimal dengan telapak kaki menempel pdnlantai, sudut pergelangan kaki, lutut dan pinggul berada pd sudut 90°.
-menilai persepsi taktil pada tangan anak
-menilai koordinasi bilateral.

Bahasan kali ini akan menitikberatkan pada komponen anak yang memiliki kelemahan pada tubuh bagian atas. Semua anak sebaiknya dievaluasi dan diberikan latihan secara individu dan rancangan aktifitas harus disusun berdasarkan kebutuhan yg spesifik. Jika anda menemui kesulitan, hubungi fisio terapis tumbuh kembang atau terapis okupasi.

Kekuatan Otot Tubuh dan Stabilitas
Kekuatan otot tubuh memberikan dasar topangan yg stabil yg mampu membuat tubuh bagian atas anak aktif secara efisien dengan kendali dan gerak yg tepat. Latihan-latihan yg dpt dilakukan:
1. Latihan dengan bola terapi 
Foto Dini Wisaksono.
2. Melakukan aktifitas saat duduk di atas bola terapi berbentuk silinder atau yg berbentuk bola.
Foto Dini Wisaksono.Foto Dini Wisaksono.
3. Melakukan aktifitas dengan duduk diatas dyna disk.
Foto Dini Wisaksono.
4. Melakukan aktifitas sambil berlutut.
Foto Dini Wisaksono.
5. Sit up di atas incline ramp.

Pertimbangan Kondisi Lingkungan dan Postural
Kekuatan tubuh bagian atas anak dan motorik halus anak berhubungan erat dengan postur dan penopang postural (dari kursi, meja, dsb). Menemukan posisi optimal untuk anak akan mengarahkan anak ke arah perbaikan pd kekuatan tangan dan ketrampilan motorik halus karena mereka mampu berinteraksi dengan lingkungan lebih bebas.

Topangan postural:
1. Posisi duduk optimal pd meja dengan telapak kaki menempel pd lantai, pergelangan kaki, lutut dan pinggul berada pd posisi 90°.

2. Permukaan vertikal
Beraktifitas pd permukaan vertikal seperti papan tulis akan membuat anak menggerakkan tangan dengan jangkauan lebih luas hingga menyokong kekuatab dan memberikan input bagi keseluruhan sendi dan otot pd tangan. Permukaan tegak lurus juga menyokong koordinasi bilateral, koordinasi silang, atensi visual, koordinasi mata dan tangan dan pengaktifan bagian tulang dan otot tubuh untuk menyokong postur yg lebih baik.
 
3. Slant board
Posisi slant board yg bersudut menyokong perbaikan postur karena mampu membuat garis pandang lebih tinggi dan membuat pergelangan tangan menekuk yg akan memberikan sokongan lebih baik untuk memegang alat tulis dengan lebih efisien dan untuk menguatkan genggaman tangan fungsional.

4. Mengubah posisi duduk
Duduk di atas bola terapi yg berbeda dengan kursi standard membuat anakbmampu memindahkanbbeban tubuh dan mengaktifkan otot dan tulang tubuh dan menyokong kesadaran akan postur yg lebih baik. Lakukan berbagai eksperimen pd bola terapi, peanut ball, dyna disc di atas kursi, kursi dengan bola terapi di atasnya atau wedge cushion untuk mencari tahu posisi terbaik anak.

Penopang Beban Tubuh Bagian Atas
Menopang beban tubuh melalui tangan menstimulasi dan menguatkan pergerakan bahu, bagian tangan dan lengan, otot tangan yg akan mempengaruhi ketrampilan motorik halus. Lakukan aktifitas-aktifitas berikut:
1. Aktifitas sambil tengkurap
2. Tengkurao di atas dyna disc wedge.
3. Tengkurap di atas guling
4. Posisi plank
5. Pose yoga yg menyokong beban tubuh bagian atas.
6. Meniru cara jalan hewan (jalan seperti kepiting, menendang seperti keledai dan merangkak seperti beruang).
7. Merangkak melalui terowongan.
8. Berjalan dengan posisi seperti gerobak dorong.
9. Aktifitas tengkurap di atas papan scooter.
10. Aktifitas mendorong dan menarik

Kekuatan Motorik Halus
Kita dpt membidik ketrampilan motorik halus dengan aktifitas yg lebih spesifik untuk memperbaiki kekuatan tangan dan jari, genggaman fungsional, kekuatan telapak tangan dan jari, manipulasi satu tangan dan integrasi koordinasi bilateral.
Alat bantu/mainan yg dpt digunakan:
1. Theraputty
2. Jepitan baju.
3. Botol spray.
4. Tweezer/penjepit 

Diterjemahkan dari www.dinosaurustherapy.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar